Kamis, 21 September 2017

Mempelajari Tanda Jejak di Alam Bebas. Banyak manfaat yang didapat dari ketrampilan mempelajari tanda jejak. Hal ini sangat bermanfaat ketika berada di alam bebas, khususnya pada kondisi survival. Ketrampilan membaca jejak berguna untuk mencari jalan keluar, mengetahui apakah suatu daerah pernah dilalui oleh manusia atau binatang tertentu, serta mengetahui binatang dan kehidupan yang ada di suatu daerah. Salah satu hal yang penting mempelajari tanda jejak adalah untuk menunjang keberhasilan perangkap yang berperan penting dalam kondisi survival.

Membaca Jejak di Alam Bebas
Untuk menunjang keberhasilan perangkap, harus diketahui hewan apa yang terdapat di suatu daerah. Hal itu bisa dilakukan dengan bertanya pada penduduk setempat atau melalui tanda jejak yang ditinggalkan oleh hewan tersebut. Nah, sosialisasi dengan penduduk setempat ternyata sangat diperlukan bukan?!

Ada dua jenis tanda jejak yang dikenal, yaitu :
Tanda jejak buatan : Tanda jejak yang sengaja dibuat oleh manusia dengan bahan yang tersedia di alam, seperti ranting, batu atau tanda khusus yang sengaja dibuat seperti tanda panah.Tanda jejak alami : Tanda jejak di alam sebagai tanda keadaan lingkungan, seperti tanda bekas kehidupan manusia seperti tapak kaki, bungkus bekas makanan dan sbagainya. Tanda bekas kehidupan hewan ditunjukkan dengan bekas tapan atau kotoran.

Contoh Jejak Buatan

Tanda jejak alami yang ditemukan di alam bebas bisa dikuasai melalui latihan dan pengalaman. Biasanya tanda jejak akan menyatakan tentang :

Daerah tersebut pernah dilalui manusia atau binatang tertentu.Arah binatang atau manusia dari mana ke mana.Beban yang dibawa atau besar kecilnya binatang.Kecepatan gerak manusia atau binatang yang dimaksud.

1. Membaca Jejak Alami

Dari tanda-tanda alam bisa diketahui apakah manusia atau hewan melalui daerah tersebut atau tidak. Hal ini bisa diketahui dari :

Kotoran yang tersisa.Pohon kecil atau ranting yang patah karena terinjak atau putus dari pohonnya.Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rerumputan atau semak.Semak-semak yang terkuak lebar.Sisa makanan yang ditinggalkan hewan dan manusia.Binatang berkelompok yang menjadi kacau dan ribut.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam membaca jejak, yaitu :

1. Bekas Injakan Kaki

Membaca gerak rerumputan tinggi bisa dilakukan. Bila rumput tinggi (alang-alang) terinjak, biasanya condong ke arah manusia atau binatang yang lewat di sekitarnya. Selain itu kotoran di atas rumput juga menjadi petunjuk. Berbeda dengan rumput tinggi (alang-alang), rumput yang pendek biasanya tegak kembali apabila terinjak.Di daerah berbatu bisa dilihat dan diraba selintas bahwa disitu ada jejak. Di daerah seperti ini, jejak yang ditinggalkan tidak jelas, seperti butiran kapur halus.Jejak di hutan bisa dilihat dari daun, dahan atau tanaman di sekitarnya yang rusak. Perubahan ini biasanya karena terinjak, dipakai terobosan, dibabat dan sebagainya.Di sungai yang jernih, tapak yang ditinggalkan masih bisa dibaca, begitupula di rawa atau pesisir pantai.

2. Bunyi-bunyian

Perhatikan apabila ada binatang yang berkelompok seperti burung dalam hutan tiba-tiba kacau dan beterbangan, berarti ada binatang atau manusia yang lewat.Suara penduduk, deru mesin atau suara pengeras suara, menandakan dekat dengan pemukiman penduduk, pinggir jalan dan hal ini akan dijumpai jalan setapak.

3. Keadaan yang Mendukung

Bial menemukan burung merak, berhati-hatilah karena biasanya di sekitar tempat tersebut akan ditemui harimau.Bila menemukan jejak gajah yang menyendiri harus berhati-hati, karena gajah yang terpisah dari kelompoknya biasanya berbahaya dan galak.

Untuk membaca jejak tersebut sebaiknya diperhatikan pandangan yang luas dan jauh. Untuk hutan lebat ukurannya antara 10 - 20 meter di muka. Jangan melihat keadaan seluruhnya dalam jarak kurang dari 4 meter. Pada jarak yang paling ideal itulah semua panca indra digunakan untuk mengenal jejak melalui tapak yang ditinggalkan seperti bunyi, bau dan kotoran.

2. Membaca Jejak Binatang

Untuk mengenal jejak binatang, sebaiknya diketahui bagaimana cara binatang menjejakkan kakinya. Seperti hewan mamalia ada 3 hal yang perlu dipelajari,yaitu :

Binatang Pantigradi : Gerakannya bebas dengan menggunakan seluruh telapak kaki hingga tumit menyentuh tanah. Contoh : beruang, rakun, landak, dsb.Binatang digitigradi : Binatang yang berdiri pada ujung jari kaki dan tumitnya tidak menyentuh tanah. Contoh : Kucing, anjing, dsb.Binatang Unguligradi : Binatang yang berdiri pada ujung kaki. Contoh : rusa, kuda, kambing, dsb.

Contoh Jejak Binatang Mamalia

Gambar tanda jejak di alam kadang tidak sempurna seperti pada contoh, sehingga menyulitkan identifikasi. Hal itu dipengaruhi oleh beberapa hal seperti permukaan tanah yang tidak rata, keadaan binatang yang berlari atau berjalan, pengaruh cuaca, adanya tapak yang tumpang tindih dan sebagainya. 

Untuk pemula yang belum terlatih memang sulit untuk membedakan, apakah binatang dalam keadaan berjalan atau berlari. Biasanya bila berlari, tapak yang nampak akan melebar pada bagian samping. Sedangkan kedalamannya tergantung kecepatan dan keadaan tanah. Hal ini bisa dipelajari dengan memperhatikan jejak manusia dan hewan di jalan tanah dan membandingkannya dengan cermat. Selamat berlatih dan Selamat Berpetualang !

Reaksi Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah menghubungi kami

Total Pengunjung

Pengunjung Aktip


Arsip Video

Sedang Proses...
Harga estimasi Website
• Rp 17.246.085 •
Diberdayakan oleh Blogger.
Silahkan rubah warna latar Web Kami sesuai keinginan Anda
MASUK ►►Wellcome to Sure my Live General Intelegency Zap Action Generation (SURVIVE GIEZAG) ~~ Extreme Adventure Service Team~~ Absolut Human Being ~~ Future Imagination Virtual Reality~~Team Penelusur tradisi, keindahan serta keunikan alam & kegiatan extreme

Demo Panjat Tebing

Demo Selancar

Demo Terbang Layang

Tombol Suka Pengunjung

Pengikut

Testimonial

Makasih ya. Seru banget
Tina - Jakarta

Pantai Madasari indah, unik
Irgi - Medan

Outbond & Fun games nya Seru
Anis - Bandung

Thanks kang Sandi antar kami ke puncak Gn.Ciremai
David - Jakarta

Pantai Karapyak Pangandaran enjoy, seru banget
Shela - Bandung

Santirah Pangandaran SERU....
Sinta - Garut

Camping Ipukan Enjoy banget
Vina - Jakarta

Kampung Badud & Jembatan pelangi Pangandaran Unik
Indra - Tasikmalaya

Jojogan / Wonderhill Pangandaran punya Mantap
Pupung - Magelang

Pepedan Hill Indah & Mantap
Deni - Sumedang

Pantai Batuhiu mantap...
Shella - Semarang

Haturnuhun Kang Ali Gn.Salamet seru lho
Nadia - Bandung

Puas deh adventure disini,thanks lo!
Anita - Bandung

Mind managementnya mantap!
Tiara - Bandung

Gn.Semeru mantap, Thanks gan!
Matius Sinaga - Lampung

Gn.Ciremai seru banget
Ridwan - Bekasi

Pokonya seru, Amazing gmana?!
Susi - Cimahi

Thanks Gn.Ciremai mantap
Rian - Surabaya

Thanks!Green canyon Amazing
William - Singapore

TRIms Team surVive atas panduan wisata Kabupaten Pangandaran
Jacky - Depok

Haturnuhun kang Arief, Citumang seru!
Risna - Garut

TRIms surVive GIEZAG telah menemani kami ke Gn.Semeru. Salam lestari!
Tapak Adventure Club - Bandung Barat

Thanks!
Michael - Sydney

Thanks Bodyrafting Green canyon, extreme, enjoy dan seru
Santoso - Kudus

Seru banget Pantai Batukaras!
Sudrajat - Kuningan

エキサイティングなツアー。ありがとう Arief Pangandaran
Nakata-Osaka Japan

Kriteria Anda sukai dari surVive GIEZAG

Adventure Herbal Tradisi Kuliner Wisata

Pelayanan surVive GIEZAG

Terpopuler Minggu ini

INFUT DATA BOOKING
Masukan pilihan Anda sesuai keinginan
Di Data Base BOOKING surVive GIEZAG
KONFIRMASI KODE INVOICE
Invoice
ID Reg
Masukan kode konfirmasi yang telah Kami kirim kepada animasi-bergerak-surat-0284 Anda.

[Tutup]