Kamis, 20 Juli 2017

Rafter atau penggiat arungjeram, tak bisa lepas dari bahaya walaupun di kondisikan memakai perahurafting yang boleh dikatakan aman untuk pengarungan sungai. Bagaimana jika tiba – tiba kita tercebur di air deras saat perahurafting kita berada di tengah sungai? Ini juga perlu di ketahui oleh para penggila arungjeram. Jadikan anda rafteryang mengetahuiteknik berenang di arus deras.

Berenang Menuju Eddies ( pusaran air )
Bila seorang rafter terjatuh dari perahu dan masuk kedalam sebuah jeram, maka yang paling baik dan tidak membahayakan adalah melakukan sebuah aggressive swimming menuju kesebuah eddies. Sebuah eddies yang cukup besar bisa digunakan untuk beristirahat. Hal ini berlaku juga bagi rafter yang akan melakukan scouting ( melihat lintasan sungai ) terhadap jeram – jeram berikutnya dihilir sungai ( downstream ).

Untuk memasuki sebuah eddies, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan situasi di sekitar jeram. Perhatikan batu – batu yang muncul kepermukaan, strainer ( hambatan yang merintangi sungai : cabang pohon, dll ),sweeper ( pohon yang jatuh kedalam air ),pillow ( arus sungai menabrak batu membentuk riak gelombang air ) danstanding wave ( bentukan ombak berdiri yang tinggi ). Hal ini harus menjadi perhatian utama, karena dalam kondisi batu – batu atau banyaknya hambatan dan aliran air yang sangat kuat, tidak mungkin bagi kita untuk melakukanactive swimming ( berenang secara aktif ) dengan efektif menuju eddies.

Berenang Memegang Dayung
Ketika terjatuh dari perahu, sebaiknya dayung yang kita pergunakan jangan sampai terlepas jauh, karena berenang sambil memegang dayung apabila mengetahui tekhniknya sangat membantu.

Pada saat berenang di jeram, perhatikan situasi disekitar kita. Cara memegag dayung sama dengan seperti saat kita mendayung. Tangan yang satu memegang T-grip dan yang lainnya memegang tangkai. Saat situasi memungkinkan, segera gerakan dayung dengan blade ( bilah dayung ) terlebih dahulu kayuh dari belakang ke depan untuk mengarahkan tubuh kita. Bila tidak memungkinkan Balikan tubuh dari posisi terlentang ( defensive swimming ) menjadi terlungkap, lakukan gerakan mendayung secara lurus searah dengan badan dari atas kepala sampai dada, kearah tujuan kita.

Perhatikan kecepatan aliran air, karena hal tersebut dapat menghambat upaya kita untuk menepi, baik keperahu atau menuju eddies. Kecepatan gerakan mengayuh dayung untuk menolak tubuh harus lebih cepat dari kecepatan aliran air, sehingga kita akan segera menepi. Pada saat melakukan penolakan, perhatikan juga posisi tubuh kita, karena ketika dayungdikayuh akan menghasilkan tenaga yang memungkinkan badan kita berputar, sehingga upaya untuk menepi akan sia – sia.

Berenang Di Wave
Berenang di wave ( ombak sungai ) adalah hal yang menyenangkan. Tetapi harus diingat bahwa wave tidak selamanya dalam keadaan menyenangkan. Panjang wave biasanya terbatas sekitar 100 m, bentuknya cenderung tidak kontinyu dan tidak stabil. Hal ini disebabkan karena struktur sungai yang membentuknya, sehingga pada sebuah sungai mungkin hanya ada beberapa wave dengan panjang hanya beberapa meter. Pada saat berenang pada wave yang tinggi ( standing wave ) akan lebih mudah dan aman dengan melakukan gerakan menyelam ke bagian bawah ombak yang tinggi tersebut, sebelum terlebih dahulu mengambil nafas. Setelah muncul kepermukaan orientasi situasi dan lakukan defensive swimming kembali.

Pada kondisi tertentu, berenang di wave harus ekstra hati – hati dan siaga, karena medan yang dilalui akan mengalami perubahan yang drastis. Mungkin dari kondisi wave yang menyenangkan akan dilanjutkan pada hole yang besar atau pillow yang dangkal.

Berenang Di Hole
Suatu kondisi tertentu mungkin kita akan berenang di hole, hole adalah bentukan arus yang tertahan rintangan ( batu ) menyebabkan arus putar seperti roda dengan arus permukaan mengarah kehulu dan bagian bawah mengarah ke hilir.

Jika tidak mengetahui tekniknya, kita dapat terus tertahan oleh arus balik dan berputar – putar di hole, hal ini sangat berbahaya. Cara berenang supaya dapat keluar dari hole adalah ketika sebelum masuk hole merubah posisi berenang kita dengan melakukan gerakan cannon ball. Peluk kedua dengkul, tundukan kepala, buat badan seperti bola. Dengan posisi tubuh seperti ini kemungkinan tubuh terkena hambatan arus akan sedikit, biasanya akan relatif lebih mudah terlepas dari hole. Jika sudah terjebak, berenang sekuatnya ke arah kiri atau kanan memanfaatkan arus kuat menuju hilir.

Ada dua jenis hole dimana jalan keluarnya adalah harus berenang mengikuti arus balik yang menabrak arus kuat ke hilir. Pada saat itu tubuh kita akan terbawa ke dalam air dan terdorong beberapa meter keluar dari hole. Hal tersebut terjadi karena air yang jatuh dari dam memiliki kekuatan yang besar umtuk mendorong apa saja yang ada di bawahnya. Tetapi jangan sampai terjebak ke dalam backwash ( arus balik yang menggulung ), karena untuk melepaskan diri dari dalam backwash sangat sulit.

Berenang Di Undercut
Terjepit di undercut ( lorong / celah batu / tebing yang berongga tertutup air ) adalah mimpi buruk bagi para rafter. Cara terbaik untuk keluar dari undercut adalah dengan berenang sekuat tenaga untuk menjauh dan keluar, biasanya 45 derajat melawan ke arah kiri atau kanan tergantung dimana posisi undercut.

Jika sudah terlalu dekat, balikkan badan pada posisi terlentang, kemudian angkat kaki tinggi – tinggi, jauhkan tubuh dari dinding batu, dengan menekan kaki ke dinding dengan mengarahkan tubuh 45 derajat keluar. Jika tidak berhasil dan setengah badan kita sudah tersedot, biasanya bagian kaki gunakan tangan untuk menahan supaya badan kita tetap berada di luar atau jika ada pegangan yang kokoh segera bertahan untuk menunggu pertolongan dari rekan yang lain.

Apabila seluruh badan sudah masuk ke dalam undercut, segera peluk kedua lutut, kemudian tunggu beberapa detik dan jangan melawan dengan harapan badan kita tetap di arus utama dan terseret keluar. Jangan menutup mata supaya kita tahu saat berada di dalam undercut yang gelap. Apabila badan kita terjepit atau berputar – putar didalam undercut, usahakan tetap tenang.

Jika badan kita terjepit, pelajari keadaan, coba untuk melepaskan diri, cari tempat berpijak, tolak sekuatnya dan berenang ke arah luar. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah tidak panik dan mempertahankan kesadaran. Setelah dapat keluar cari eddies terdekat dan berenang masuk kedalamnya. Setelah berhasil mengamankan diri, kalau masih sanggup langsung bersiap untuk menolong rekan lain atau menyelamatkan barang – barang yang hanyut terbawa air.

Berenang Di Sweepers Dan Strainers
Beberapa rintangan yang harus diwaspadai oleh para rafter adalah rintangan pohon yang jatuh ke dalam air (sweeper ) dan sebuah rintangan yang menghambat diatas permukaan air ( strainer ) yang di dalamnya terdapat sebuah hole atau dam yang berbahaya. Bila kita terjebak di dalam sweeper dan stainer ini, kita akan menemukan kesulitan untuk melepaskan diri dari rintangan tersebut karena badan tertahan rintangan dan terdorong arus sungai.

Cara Melepaskan Diri Dari Sweeper Atau Stainer

Bila kita akan menghadapi sweeper ataustainer, cobalah untuk berenang menghindar skuat tenaga. Saat benturan atau tabrakan dengan stainer atau sweeper tidak terelakan, berputarlah dengan poros perut dengan muka menghadap ke arahdownstream dan usahakan tubuh tetap berada di permukaan air. Pusatkan perhatian untuk mendekati batang pohon atau mulut goa, buat gerakan dengan kaki terlebih dahulu dan tarik tubuh kita keatasnya dengan bagian kepala terlebih dahulu menggunakan pegangan yang dapat kita temukan di sekitar kita. Bila hal tersebut tidak dapat dilakukan di atas sebuah batang pohon / sweeper, cobalah bertahan sampai ada yang menyelamatkan kita.

Bila kita benar – benar harus melewati di bawah sweeper tersebut, hal pertama yang harus kita lakukan adalah rasakan rintangan – rintangan yang ada dengan kaki atau tangan. Berenang di bawah stainer atau sweeper merupakan usaha terakhir untuk melepaskan diri dari rintangan – rintangan tersebut.



Sumber : raftingarungjeram.com

Jika anda telah memanjat dan perlu untukrappeling, salah satu dari puncak jalur yang baru saja anda panjat atau berhenti karena cuaca mulai memburuk misalnya akan ada badai disertai petir, kemudian perlu menyambung tali untuk turun ke bawah. Double-rope rappeling bisa membuat anda lebih cepat untuk meluncur ke bawah, khususnya jika anda menggunakan dua tali yang panjangnya 200-feet (60 meter), anda akan terlepas dari bahaya petir.

Rappelling adalah salah satu teknik panjat paling berbahaya. Banyak kecelakaan terjadi saat rappelling. Bila anda melakukan rappelling dari tebing, anda wajib mempercayakan peralatan pada tali, descender, harness, dan semua terhubung dengan tali anda. Disamping punya anchor yang sempurna, anda perlu menyambung tali dengan sebuah simpul kuat yang akan mendukung berat anda saat rappelling.

Empat Simpul Terbaik Untuk Tali Rappeling

1. Double Figure-8 Fisherman’s Knot.

merupakan cara umum untuk mengikat tali rappel bersama, rangkain paling kuat, dan jika diikat semestinya, tidak akan terlepas. Juga mudah dilihat untuk memeriksa dan menyakinkan ini diikat semestinya. Dan juga mudah diuraikan setelah terbebani. Ini adalah simpul terbaik untuk menyambung tali dengan diameter yang tak sama. Setelah anda menyambung tali dengan double figure-8, maka setiap ujung tali diikat dengan fisherman knot sebagai back-up.

2. Square Fisherman’s Knot.

Banyak pemanjat menyukai ini simpul karena diikat dan paling mudah diuraikan dari empat simpul ini. pada dasarnya sekedar sebuah square knot (simpul mati) yang di back-up dengan simpul double fisherman pada sisi lainnya. jika anda menggunakan simpul ini, selalu gunakan simpul backup atau jangan sampai ini terlepas. simpul mati sendirian bukan sebuah simpul yang baik untuk rappelling atau tujuan pemanjatan lainnnya. Setelah anda membuat simpul mati kunci dengan fisherman knot


3. Double Overhand Knot.

Simpul ini, kadang-kadang disebut "simpul mati eropa," telah tenar dan sering digunakan untuk menyambung tali. Paling cepat dan paling mudah dibuat dari empat simpul lainnya dan punya lekukan yang sedikit, yang membuat ini jarang tersangkut atau membuat tali kaku. Jangan gunakan simpul ini dengan tali temali bermacam-macam diameter, sedikitnya satu kecelakaan fatal telah terjadi karena simpul ini terlepas. Sebagai alternatif, anda dapat gunakan simpul figure-8 ganda daripada simpul overhand, meskipun uji laboratorium milik Black Diamond di Salt lake City (AS) menunjukkan bahwa double overhand lebih kuat dari double figure-8 .

4. Double Fisherman’s Knot.

Adalah simpul tradisional untuk menyambung dua tali, tetapi kurang disenangi dibanding simpul - simpul di atas. Simpul ini mudah membuatnya  sulit dilepaskan setelah terbebani, terutama jika tali basah. Simpul ini baik saat digunakan untuk menyambung tali diameter kecil (prusik) misal spectra untuk anchor 




Mengenal simpul sebelum menggunakannya

Semua simpul ini kuat dan aman, tetapi tentu saja harus diikat dengan tepat. Pelajari mengikat simpul ini di dasar tebing atau di rumah sebelum anda menggunakannnya pada anchor rappel pada sebuah pemanjatan, hidup anda tergantung pada simpul yang diikat semestinya. Semua simpul ini , kecuali simpul overhand ganda, diback-up dengan simpul nelayan (fisherman knot) untuk pengamanan pada sisi lainnya.

Gunakan sebuah Stopper Knot

Jika anda melakukan rappelling, selalu buat stopper knot, yaitu; simpul nelayan ganda, simpul overhand, atau simpul delapan, di kedua ujung tali sehingga anda atau partner anda tak akan melewati bagian ujung tali saat rappelling.

Pilah salah satu dari keempat simpul

Sebaiknya pilih satu simpul yang anda suka dan hanya menggunakan ini setiap kali anda menyambung tali. Jika anda menggunakan satu simpul untuk rappelling, anda akan menjadi terbiasa dengannya dan anda tahu bagaimana membuatnya; tahu bagaimana cara melepaskannya; anda tahu berapa banyak sisa yang ditinggalkan masing-masing ujung untuk membuat fisherman knot sebagai back-up. Saya selalu gunakan Double Fisherman Knot, karena ini terasa seperti simpul teraman bagi saya. Saya senang merasakan aman secara total bila saya melakukan rappelling, terutama jika itu adalah suatu rappelling dari bagunan atau tebing sangat tinggi yang menakutkan. Cobalah pada tebing kecil dan putuskan simpul rappelling yang cocok untuk anda. 


Repling ( rappeling ) dan Prusiking adalah dua kegiatan yang sudah biasa dilakukan oleh penggiat alam sepertipramukaamuka atau pencita alam, apalagi panjat tebing. Meskipun tidak selalu digunakan dalam pemanjatan, repling dan prusiking tepatlah menjadi salah satu materi dasar dalam panjat tebing karena kegiatan repling dan prusiking hanya bisa dilakukan apabila ada ketinggian atau kecuraman dan tali tanpa itu kita tidak bisa melakukan rapling dan prusiking.




Teknik Repling yang Aman

Rappeling atau biasa di baca repling ini bukan lagi sebuah kegiatan baru, hampir setiap penggiat alam seperti pramuka, panjat tebing, atau klub klub pala lainnya. sehingga membuat kegiatan rappeling ini menjadi salah satu kegiatan yang seru dan menantang. Repling adalah salah satu kegiatan menuruni ketinggian dengan media tali kernmatle ( biasa disebut tali karmantel ) dari atas ke bawah. Dalam Panjat Tebing, Repling masuk ke dalam materi Descending yakni kegiatan turun atau menuruni tali.

Repling biasa dilakukan ketika kita menuruni tebing yang curam atau tebing yang hampir tidak ada pijakannya. lalu bagaimana kalau ada pijakannya ? ya tentu tinggal jalan saja dan menggunakan kernmatle ( karmantel ) dan figure of eight sebagai pengaman.

baca juga Jenis dan Teknik Panjat Tebing

Untuk melakukan kegiatan repling yang aman kita perlu peralatan khusus diantaranya :

Tali Karmantel

Tali ini kita gunakan untuk pengaman ketika kita naik atau turun dari tebing atau pemanjatan di media lain.

Figure of Eight

Figure of eight atau figure delapan kita gunakan sebagai alat pengerem saat kita melakukan repling sehingga kita tidak terjun bebas dari ketinggian.

Carabiner

Carabiner atau cincin kait yang kita gunakan sebagai penghubung tubuh kita dengan figure of eight. adapun jenis Carabiner yang kita gunakan adalah carabiner SGD (Screw Gate Delta) atau carabiner delta dengan pengancing screw.



Webbing

Webbing atau tali jiwa adalah salah satu alat panjat yang kita gunakan sebagai pengaman tubuh dimana webbing ini kita buat menjadi harness.

Helm

Helm atau helm panjat kita gunakan untuk melindungi kepala kita dari benda yang jatuh dari atas kepala seperti batu atau kayu.



Sarung Tangan.

Sarung tangan ini kita gunakan untuk melindungi tangan kita saat menggenggam tali karmantel sebagai kendali kecepatan saat turun.

Setidaknya ke enam alat di atas sudah membantu kita dalam meningkatkan keamanan dalam melakukan kegiatan repling. adapun alat-alat lain yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan keamanan dalam melakukan kegiatan repling ini seperti Auto Stop, Grigri, Sit Harness.

Auto Stop

adalah alat descender pengganti figure of eight dengan sistem kerja seperti rem tangan tapi terbalik. ketika auto stop di tekan kita justru akan melaju turun namun jika dilepas kita akan berhenti.



Grigri

Grigri juga merupakan alat descender pengganti figure of eight namun lebih sering digunakan untuk mem-belay pemanjat.


Sit Harness

Sit Harness adalah alat yang seharusnya digunakan karena tingkat keamanan dan kenyamanannya jika dibandingkan dengan Webbing yang dibuat menjadi sit harness.



Ketiga alat di atas adalah alat yang direkomendasikan untuk digunakan meningkatkan keamanan dalam kegiatan descending dalam hal ini repling.

Tips Keamanan Tambahan dalam kegiatan repling.

Hindari kebiasanan meloncat-loncat ketika sedang menuruni tebing kecuali benar-benar dalam kondisi terdesak karena bisa berakibat fatal pada alat seperti terjadinya friksi dan rusaknya pengaman bagian atas.

Pastikan ujung tali bagian bawa dipegang oleh Belayer, jika tidak pastikan ujung tali karmantel (bagian bawah) di simpul agar kita jatuh karena kehabisan tali.

Teknik Prusiking yang Aman.

Prusiking adalah kegiatan menaiki tali dari bawah keatas menggunakan sebuah prusik. mungkin beberapa dari kalian mengira prusik adalah nama dari sebuah alat yang disebut tali prusik dan ternyata bukan. Prusik merupakan nama sebuahsimpul tali yang digunakan untuk menjerat tali karmantel ketika dibebani tanpa merusak karmantel selain itu simpul prusik juga mudah untuk dilepas. sedang tali yang kita gunakan untuk simpul prusik adalah sling karmantel atau potongan karmantel.

Prusiking masuk dalam materi panjat dalam bab Ascending yaitu kegiatan menaiki tali. sama seperti halnya repling, prusiking digunakan ketika tebing yang kita panjat hampir tidak memiliki pijakan atau menaiki jembatan dengan tali.

Baca Juga Alat Panjat Tebing


Dalam meningkatkan keamanan dalam berkegiatan prusiking alat yang kita pergunakan tidaklah jauh berbeda dari repling, seperti tali karmantel, webbing atau sit harness, sarung tangan, helm, dan carabiner. namun ada alat khusus yang disebut alat Ascender yang salah satunya adalah sling karmantel (dengan simpul prusiknya).

Ciri alat Ascender adalah mengunci atau menjerat tali ketika dibebani dan dapat dikendorkan ketika digunakan untuk naik. alat Ascender yang direkomendasikan dalam kegiatan Ascending adalah

Jumar

Jumar adalah alat ascending yang cukup mudah digunakkan cukup didorong keatas secara bergantian kiri dan kanan sampai di atas.



Shunt

Sama sepertihalnya Jumar, Shunt juga merupakan alat ascending yang cukup mudah digunakan cukup mendorong ke atas.

Sumber : shunt magetan.com

Senin, 17 Juli 2017

Sabtu, 15 Juli 2017

Curug Batumalang adalah merupakan tempat yang indah dengan gemericik air dengan Desa Batumalang Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran

Dengan gemericik air mengalir nan sejuk betapa indah nya alam ini. Persembahkan inilah Curug Sanghyang

Jumat, 14 Juli 2017

Festival layang-layang International diselenggarakan di Lapang Samudera Kabupaten Pangandaran atau Lapangan Ketapang Doyong tanggal 15-16 Juli 2017

Festival Kolecer & Hajat Leuweung 2017 akan di selenggarakan di DTW Sutrareregan Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Tanggal 26-27 Agustus 2017

Total Pengunjung

Pengunjung Aktip


Arsip Video

Loading...
Harga estimasi Website
• Rp 17.246.085 •
Diberdayakan oleh Blogger.

Pelayanan surVive GIEZAG

Silahkan rubah warna latar Web Kami sesuai keinginan Anda
MASUK ►►Wellcome to Sure my Live General Intelegency Zap Action Generation (SURVIVE GIEZAG) ~~ Extreme Adventure Service Team~~ Absolut Human Being ~~ Future Imagination Virtual Reality~~Team Penelusur tradisi, keindahan serta keunikan alam & kegiatan extreme

Demo Bagian Terbang Layang

Demo Bagian Terbang Layang

Demo Bagian Panjat Tebing

Demo Bagian Selancar

Testimonial

Makasih ya. Seru banget
Tina - Jakarta

Pantai Madasari indah, unik
Irgi - Medan

Outbond & Fun games nya Seru
Anis - Bandung

Thanks kang Sandi antar kami ke puncak Gn.Ciremai
David - Jakarta

Pantai Karapyak Pangandaran enjoy, seru banget
Shela - Bandung

Santirah Pangandaran SERU....
Sinta - Garut

Camping Ipukan Enjoy banget
Vina - Jakarta

Kampung Badud & Jembatan pelangi Pangandaran Unik
Indra - Tasikmalaya

Jojogan / Wonderhill Pangandaran punya Mantap
Pupung - Magelang

Pepedan Hill Indah & Mantap
Deni - Sumedang

Pantai Batuhiu mantap...
Shella - Semarang

Haturnuhun Kang Ali Gn.Salamet seru lho
Nadia - Bandung

Puas deh adventure disini,thanks lo!
Anita - Bandung

Mind managementnya mantap!
Tiara - Bandung

Gn.Semeru mantap, Thanks gan!
Matius Sinaga - Lampung

Gn.Ciremai seru banget
Ridwan - Bekasi

Pokonya seru, Amazing gmana?!
Susi - Cimahi

Thanks Gn.Ciremai mantap
Rian - Surabaya

Thanks!Green canyon Amazing
William - Singapore

TRIms Team surVive atas panduan wisata Kabupaten Pangandaran
Jacky - Depok

Haturnuhun kang Arief, Citumang seru!
Risna - Garut

TRIms surVive GIEZAG telah menemani kami ke Gn.Semeru. Salam lestari!
Tapak Adventure Club - Bandung Barat

Thanks!
Michael - Sydney

Thanks Bodyrafting Green canyon, extreme, enjoy dan seru
Santoso - Kudus

Seru banget Pantai Batukaras!
Sudrajat - Kuningan

Kriteria Anda sukai dari surVive GIEZAG

Adventure Herbal Tradisi Kuliner Wisata

Terpopuler Minggu ini

INFUT DATA BOOKING
Masukan pilihan Anda sesuai keinginan
Di Data Base BOOKING surVive GIEZAG
KONFIRMASI KODE INVOICE
Invoice
ID Reg
Masukan kode konfirmasi yang telah Kami kirim kepada animasi-bergerak-surat-0284 Anda.

[Tutup]