Senin, 24 Juli 2017

PENGENALAN GUNUNG HUTAN

Mountaineering berasal dari kata “mountain” yang berarti gunung. Sedangkan mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu : 
Hill Walking. Merupakan perjalan pendakian bukit-bukit yang landai tidak mempergunakan peralatan dan teknis khusus pendakian.Scrambling. Merupakan pendakian pada tebing batu yang tidak terlalu terjal. Tangan hanya digunakan sebagai keseimbanan.3.Climbing. Merupakan pendakian yang membutuhkanpenguasaan teknik pendakian. Bentuk pendakian :Rock Climbing, yaitu pendakian pada tebing batuSnow Ice Climbing, yaitu pendakian pada es dan batu

Sering timbul pertanyaanya “kenapa sih suka naik gunung ?”. menurut saya adalah “kepuasan, saudara baru, Samudra awan, Puncak, Sunset dan Eidelweis” karena setiap manusia mempunyai kebutuhan psikologis serta kebutuhan rasa ingin tau. Soe hook Gie (Mapala UI) menulis dalam puisi “aku cinta pangranggo; karena aku mencintai kebenaran hidup” . dia tewas tercekik gas beracun di puncak Mahamerutanggal 16 Desember 1969.  Tapi sebagai pencinta alam apakah kita memperhatikan Reduce, Reuse, Recycle dan Repair. Sekarang mendaki gunung banyak di minati banyak orang. Dan tak jarang pula mereka mengabaikan keselamatan dalam perjalanan pendakian. Yang paling dasar tak hanya bekal tapi peralatan yang safety serta pengetahuan dan penguasaan jalur itu sangat di perlukan. Belajar lebih lanjut ke Aldakawanaseta;

Mountaineering (Gunung Hutan) Aldakawanaseta

Salah satu divisi yang ada di Mapala UDINUS, yang di koordinatori oleh KADIV Gunung Hutan. Di sini kita diajarkan materi-materi tentang kegununghutanan, meliputi ; Navigasi, Survival, SAR dan PPGD dan etika sebagai seorang mapala. kita harus mempunyai prinsip dasar yaitu :

Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill nothing but time

Dan materi-materi ini harus di kuasai oleh sesorang yang ingin menjadi anggota Aldakawanaseta. Yang tentunya ada syarat utama yaitu Pendidikan Dasar. Tak hanya itu Gunung hutan juga menjadi Prasyarat kita menjadi anggota penuh. Yaitu kita harus melakoni Pengembaraan 3 Divisi salah satunya Gunung Hutan.

        A.      Navigasi

Kompas, GPS, dan Peta adalah alat yang digunakan bernavigasi, orang awam pasti tidak begitu mengerti cara menggunakannya, seperti  “menembak kompas kemudian kita plot di peta, mencari posisi kita di peta atau mencari suatu bukit di peta”. Banyak orang bilang “ngapain kita navigasi ? kan jalur kepuncak sudah ada” . itu adalah  Paradikma yang salah, bagaimana jika kita tersesat ? bagaimana kalau tidak ada orang yang kita tanya?. Di pendidikan dasar kita diajarkan dasar dari navigasi. Kita diajarkan hanya memakai kompas belum memakai GPS, karena GPS adalah cara instan menemukan titik koordinat. Ini adalah cara menggunakan kompas Lihat gambar A.1 dan cara pengaplikasian sudut kompas ke peta lihat gambar A.2

                      Gambar A.1

                                                                      Gambar A.2

         B.      SURVIVAL

Bagaimana jika tersesat ? bagaimana cara mengatasi musibah di hutan ? .  timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha kita keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain : Medan dan cuaca yang kita Hadapi, keadaan makhluk hidup di sekitar kita (Binatang dan Tumbuhan), serta diri kita secara fisik dan mental. Dan perlu ditekankan jika tersesat adalah STOP  :   
Stop dan Seating/ berhenti dan duduklahThingking/berpikirObserve/amati keadaan sekitarPlanning/buat rencana yang harus dilakukanDi materi gunung hutan survival sangat ditekankan agar mengetahui cara survival individu ataupun kelompok. Berikut adalah bahan-bahan survival gambar B.1 

                                                              Gambar B.1

Di Aldakawanaseta juga di ajarkan materi bivoack alam serta buatan agar lebih mendalami survival murni. Tujuan bivoack adalah untuk melindungi tubuh dari panas, angin, dingin dan binatang buas.Seperti gambar B.2

                                                             Gambar B.2

         C.      SAR dan PPGD

Seorang pendaki harus mengetahui dasar SAR dan PPGD, sehingga ketika ada musibah kita bisa langsung bertindak dengan cepat. Aldakawanaseta juga sering berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pernah diadakan latihan SAR 3 Divisi tahun 2011 demi menunjang kemampuan dan materi yang cukup. Kita mendapatkan materi vertikal Rescue dan SAR Air. Di pendidikankan dasar kita juga menerapkan simulasi kejadian bencana. Seperti gambar pada Gambar C.1 dan Gambar C.2

                                                                         Gambar C.1

                                                                          Gambar C.2

SEJARAH SINGKAT GUNUNG HUTAN / MOUNTAINEERING

       Pendakian gunung sebenarnya telah dilakukan oleh para nenek moyang kita yang dimulai dengan bapak manuasia Nabi Adam AS yang menjelajahi bukit tursina untuk mencari cintanya Siti Hawa. Siti Hajar yang telah lintas dari bukit marwah ke bukit Safa ditemani dengan sherpa JIBRIL untuk mencari air bagi ismail yang lagi kehausan. Dan pendakian demi pendakian hingga saat ini masih terus berlangsung dan kelak (tak lama lagi ) giliran kalian untuk melanjutkan amanah menjaga kelanggengan kemanusian.

Sejarah Dunia

1942 : Anthoine de Ville memanjat tebing Mont Aiguille (2907 m) di pegunungan alpen untuk berburu chamois (Kambing gunung)

1624 : Pastor pastor Jesuit, melintasi pegunungan himalaya dari gharwal di Iindia ke Tibet menjalankan tugas misionarisnya

1760 : Professoe de Saussure menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menaklukkan puncak mont blanc guna kepentingan ilmiahnya.

1786 : Puncak tertinggi di pegunungan alpen Mont Blanc (4807 m) akhirnya dicapai oleh Dr. Michel Paccaro dan Jacquet Balmat.

1852 : Batu pertama jaman keemasan dunia keemasan di Alpen diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke puncak Wetterhorn (3.708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.

1852 : Sir George Everest, akhirnya menentukan ketinggian puncak tertinggi dunia, dan di abadikan dengan namanya (8.848 m), orang Nepal menyebut puncak ini dengan nama sagarmatha, orang tibet menyebutnya chomolungma.

1878 : Clinton Dent (bukan pepsoden) memnjat tebing Aigullie de dru di perancis yang memicu trend pemanjatan tebing yang tidak terlalu tinggi tetapi cukup curam dan sulit, banyak orang menganggap peristiwa ini adalah kelahiran panjat tebing

1895 : AF Mummery orang yang disebut sebagai bapak pendakian gunung modern hilang di Nanga Parbat (8.125 m), pendakian ini adalah pendakian pertama puncak di atas ketinggian 8.000 m

1924 : Mallory dan Irvina mencoba lagi mendaki Everest, keduanya hilang di ketinggian sekitar 8.400 m

1953 : Pada tanggal 29 mei Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay akhirnya mencapai atap dunia puncak everest.

Sejarah Indonesia

1623 : Yan Carstenz adalah orang pertama melihat adanya pegunungan sangat tinggi, dan tertutup salju di pedalaman irian

1899 : Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz hampir 3 abad sebelumnya tentang “ … pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju!” di perdalaman Irian. Maka namanya diabadikan sebagai nama puncak yang kemudian ternyata merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia.

1962 : Puncak Carstenz akhirnya berhasil dicapai oleh tim pimpinan Heinrich Harrer.

1964 : Beberapa pendaki Jepang dan 3 orang Indonesia, yaitu Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Jaya di Irian. Puncak yang berhasil didaki itu sempat dianggap Puncak Carstensz, sebelum kemudian dibuktikan salah.

Puncak Eidenburg, juga di Irian, berhasil di daki oleh ekspedisi yang dipimpin Philip Temple.

Dua perkumpulan pendaki gunung tertua di Indonesia lahir : Wanadri di Bandung dan Mapala UI di Jakarta, lalu di susul oleh perkumpulan perhimpunan pencinta alam lainnya mulai dari, MPA,SISPALA, KPA, ERNIPALA, MODIPALA dan sebagainya

1972 : Mapala UI, diantaranya adalah Herman O. Lantang dan Rudy Badil, berhasil mencapai Puncak cartenz. Mereka merupakan orang-orang sipil pertama dari Indonesia yang mencapai puncak ini.

PENGERTIAN DAN TUJUAN KEGIATAN MOUNTAINEERING

- Mountain = Gunung

- Mountaineer = Orang yang berkegiatan di gunung

- Mountaineering = Segala sesuatu yang berkaitan dengan gunung atau dalam arti yang luas berarti suatu perjalanan yang meliputi mulai dari hill walking sampai pendakian ke puncak-puncak gunung yang sulit

Banyak alasan orang melakukan kegiatan mountaineering namun pada dasarnya keitan itu dilakukan untuk :

1. Mata pencaharian

2. Adat Istiadat

3. Agama /Kepercayaan

4. Ilmu Pengetahuan

5. Petualangan

6. Olahraga

7. Rekreasi

 TERMONOLOGI GUNUNG

a) Gunung : Suatu puncak ketinggian dari atas permukaan laut dan dataran di sekelilingnya.

b) Pegunungan : Barisan/sekumpulan gunung yang saling berdekatan.

c) Bukit : Gunung Yang ketinggianya tidak lebih dari 600 mdpl

d) Perbukitan : Barisan/sekumpulan bukit yang saling berdekatan.

e) Tebing : Lereng pada dinding gunung yang terjal

f) Sadel : Pertemuan dua titik pada satu punggungan

g) Pass : Celah panjang diantara dua punggungan

h) Col : Celah sempit diantara dua puncak

i) Plateau : Dataran tinggi diatas daerah ketinggian

j) Summit : Puncak

Reaksi Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah menghubungi kami

Total Pengunjung

Pengunjung Aktip


Arsip Video

Sedang Proses...
Harga estimasi Website
• Rp 17.246.085 •
Diberdayakan oleh Blogger.
Silahkan rubah warna latar Web Kami sesuai keinginan Anda
MASUK ►►Wellcome to Sure my Live General Intelegency Zap Action Generation (SURVIVE GIEZAG) ~~ Extreme Adventure Service Team~~ Absolut Human Being ~~ Future Imagination Virtual Reality~~Team Penelusur tradisi, keindahan serta keunikan alam & kegiatan extreme

Demo Panjat Tebing

Demo Selancar

Demo Terbang Layang

Tombol Suka Fan Page

Testimonial

Makasih ya. Seru banget
Tina - Jakarta

Pantai Madasari indah, unik
Irgi - Medan

Outbond & Fun games nya Seru
Anis - Bandung

Thanks kang Sandi antar kami ke puncak Gn.Ciremai
David - Jakarta

Pantai Karapyak Pangandaran enjoy, seru banget
Shela - Bandung

Santirah Pangandaran SERU....
Sinta - Garut

Camping Ipukan Enjoy banget
Vina - Jakarta

Kampung Badud & Jembatan pelangi Pangandaran Unik
Indra - Tasikmalaya

Jojogan / Wonderhill Pangandaran punya Mantap
Pupung - Magelang

Pepedan Hill Indah & Mantap
Deni - Sumedang

Pantai Batuhiu mantap...
Shella - Semarang

Haturnuhun Kang Ali Gn.Salamet seru lho
Nadia - Bandung

Puas deh adventure disini,thanks lo!
Anita - Bandung

Mind managementnya mantap!
Tiara - Bandung

Gn.Semeru mantap, Thanks gan!
Matius Sinaga - Lampung

Gn.Ciremai seru banget
Ridwan - Bekasi

Pokonya seru, Amazing gmana?!
Susi - Cimahi

Thanks Gn.Ciremai mantap
Rian - Surabaya

Thanks!Green canyon Amazing
William - Singapore

TRIms Team surVive atas panduan wisata Kabupaten Pangandaran
Jacky - Depok

Haturnuhun kang Arief, Citumang seru!
Risna - Garut

TRIms surVive GIEZAG telah menemani kami ke Gn.Semeru. Salam lestari!
Tapak Adventure Club - Bandung Barat

Thanks!
Michael - Sydney

Thanks Bodyrafting Green canyon, extreme, enjoy dan seru
Santoso - Kudus

Seru banget Pantai Batukaras!
Sudrajat - Kuningan

エキサイティングなツアー。ありがとう Arief Pangandaran
Nakata-Osaka Japan

Kriteria Anda sukai dari surVive GIEZAG

Adventure Herbal Tradisi Kuliner Wisata

Pelayanan surVive GIEZAG

Terpopuler Minggu ini

INFUT DATA BOOKING
Masukan pilihan Anda sesuai keinginan
Di Data Base BOOKING surVive GIEZAG
KONFIRMASI KODE INVOICE
Invoice
ID Reg
Masukan kode konfirmasi yang telah Kami kirim kepada animasi-bergerak-surat-0284 Anda.

[Tutup]