Leuwi sipatahunan terletak di Desa Campaka Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Ini merupakan warisan budaya serta alam yang patut di lestarikan dengan masyarakat dan pemerintah.
Awalnya membidik, lalu menjentik, saat gundu alias kelereng lawan terkena, anak Anda yang akan memenangkan kelerengnya!
Persiapan :
3 – 5 anak.
Lima butir gundu untuk masing-masing anak.
Tanah berpasir untuk tempat bermain.
Cara bermain:
Gambar lingkaran kecil di tanah. Semua anak menaruh sebutir kelereng di dalam lingkaran.
Lalu semua anak berdiri kira-kira satu meter dari lingkaran, di belakang sebuah garis. Secara bergantian, lemparkan sebutir kelereng lainnya ke arah lingkaran. Anak yang kelerengnya paling jauh dari lingkaran, boleh main lebih dulu.
Dia harus memakai kelereng yang ada di luar lingkaran sebagai “Penyerang” untuk memukul kelereng di dalam lingkaran keluar. Kalau berhasil melakukannya, maka ia boleh menyimpan setiap kelereng yang kena jentik.
Cara menjentik kelereng: pertemukan ibu jari dengan jari tengah. Sentilkan kedua jari tepat pada gundu.
Kelereng “Penyerang” harus tetap tinggal di dalam lingkaran. Kalau tidak, maka anak yang memilikinya akan kehilangan kelereng tersebut.
Pemenang adalah anak yang mengumpulkan kelereng atau gundu terbanyak.
Manfaat: Melatih keterampilan motorik, melatih kemampuan berpikir (kognitif), kemampuan berhitung, mengasah keterampilan sosial dan melatih anak mengendalikan emosi.
Permainan "adu Muncang" atau adu biji buah kemiri ini merupakan tradisi permainan lokal yang hampir punah ini merupakan keunikan permainan tradisional yang ada di Jawa barat pada khususnya
Pucuk ibun gunung cupu terletak di desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Dengan panorama di atas ketinggian yang berada bagian sebelah Utara Kabupaten Pangandaran Panorama Yang indah sejuk serta Asri.